Senin, 13 Desember 2010
Dari: www.eramuslim.com
Muharram adalah bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah
pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."
Keempat bulan itu adalah, Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat dengan hal ini karena Rasululullah Saw dalam haji kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."
Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada
alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.
Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah Swt memilih bulan khusus untuk menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu atas
kehendakNya.
Keutamaan Bulan Muharram
Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ibadah puasa yang paling baik setelah puasa Ramadan adalah berpuasa di bulan Muharram."
Meski puasa di bulan Muharram bukan puasa wajib, tapi mereka yang berpuasa pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Swt. Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal dengan hari 'Asyura.
Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad Saw hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang Yahudi itu, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa dan
pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.
Mendengar hal ini, Nabi Muhammad Saw mengatakan, "Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian" dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura. Bahkan dalam sejumlah tradisi umat Islam, pada awalnya berpuasa pada hari 'Asyura
diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari 'Asyura disunahkan.
Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika puasa bulan Ramadhan menjadi puasa wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan
kewajiban puasa pada hari 'Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari 'Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.
Abdullah Ibn Mas'ud mengatakan, "Nabi Muhammad lebih memilih berpuasa pada hari 'Asyura dibandingkan hari lainnya dan lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa 'Asyura." (HR Bukhari dan Muslim). Pendek kata, disebutkan dalam sejumlah hadist bahwa puasa di hari 'Asyura hukumnya sunnah.
Beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura. Alasannya, seperti diungkapkan oleh Nabi Muhammad Saw, orang Yahudi hanya berpuasa pada hari 'Asyura saja dan Rasulullah ingin membedakan puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi. Oleh sebab itu ia menyarankan umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura ditambah puasa satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya (tanggal 9 dan 10 Muharram atau tanggal 10 dan 11 Muharram).
Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada 10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu boleh
dilakukan.
Legenda dan Mitos Hari 'Asyura
Meski demikian banyak legenda dari salah pengertian yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura, meskipun tidak ada sumber otentiknya dalam Islam. Beberapa hal yang masih menjadi keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari'Asyura Nabi Adam diciptakan, pada hari 'Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan, pada hari 'Asyura Allah Swt menerima tobat Nabi Ibrahim, pada hari 'Asyura Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada
hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.
Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan
peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan
hari 'Asyura.
Anggapan-anggapan yang salah lainnya tentang bulan Muharram adalah kepercayaan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang tidak membawa keberuntungan, karena Husain terbunuh pada bulan itu. Akibat adanya anggapan yang salah ini, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan pernikahan pada bulan Muharram dan melakukan upacara khusus sebagai
tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.
Nabi Muhammad sangat melarang umatnya melakukan upacara duka karena meninggalnya seseorang dengan cara seperti itu, karena tindakan itu adalah warisan orang-orang pada zaman jahiliyah.
Rasulullah bersabda, "Bukanlah termasuk umatku yang memukuli dadanya, merobek bajunya dan menangis seperti orang-orang pada zaman jahiliyah."
Bulan Pengampunan Dosa
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem kalender Islam. Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan pada bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan pertumpahan
darah.
Seperti sudah disinggung di atas, bahwa bulan Muharram banyak memiliki keistimewaan. Khususnya pada tanggal 10 Muharram. Beberapa kemuliaan tanggal 10 Muharram antara lain Allah Swt akan mengampuni dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun ke depan. (Tarmizi)
(ln/Islamicity)
Selasa, 30 November 2010
TAHUN BARU HIJRIYAH
Tanggal 24 Dzulhijjah 1392 H/28 Januari 1973 M
Nomor : 091/BP.MUS/1973
Tentang
FATWA HARI BESAR ISLAM TANGGAL 1 MUHAROM
DO’A AKHIR TAHUN
بسم الله الرّحمن الرّحيم
وَصَلَّى الله ُعَلىَ سَيِِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللّهُمَّ مَاعَمِلْتُ فِى هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِىْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلِمْتَ عَلَىَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلىَ عُقُوْبَتِىْ وَدَعَوْتَنِىْ اِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَزَأتِىْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ. اَللّهُمَّ اِنِّىْ اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِىْ مَاعَمِلْتُهُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِىْ عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأ سْأ لُكَ اَللّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَااْلجَلالِ وَاْلإكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّىْ وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.
Artinya:
Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
“Dan mudah-mudahan Allah swt tetap memberi rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya, serta para sahabat-sahabatnya. Ya Allah ya Tuhan kami, apa saja yang aku kerjakan pada tahun ini dari apa saja yang Engkau larang untukku sedang aku belum taubat dari padanya dan Engkau tidak meridhoinya serta Engkau tidak melupakannya. Dan Engkau telah memberi ma’af kepadaku setelah kuasa-Mu atas hukuman padaku. Padahal Engkau telah memanggilku agar aku bertaubat setelah aku berani bermaksyiat kepadaMu.
Ya Allah Tuhan kami, sungguh aku mohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku, terhadap apa yang telah aku amalkan dari apa saja yang Engkau ridhoi dan Engkau telah berjanji kepadaku akan adanya pahala/balasan. Maka aku mohon kepada-Mu Ya Allah Tuhan kami Yang Maha Tinggi dan Maha mulia, hendaklah Engkau berkenan menerima do’aku/amalku, dan janganlah Engkau menolak harapanku dari Engkau ya Allah Yang Maha Pemurah.
Dan mudah-mudahan Allah swt tetap memberi rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad saw dan para keluarganya serta para shabat-sahabatnya”.
Amien Ya Rabbal ‘Alamien.
DO’A AWAL TAHUN
بسم الله الرّحمن الرّحيم
وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. اَللّهُمَّ اَنْتَ اْلاَيَدِىُّ اْلقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ اْلمُعَوَّلِ. وَهذَاعَامٌ جَدِيْدٌ قَدْاَقْبَلٌ. نَسْألُكَ اْلعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ وَاْلعَوْنَ عَلَى هذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِوَاْلاِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِبُنِىْ اِلَيْكَ وَتَرْضَى يَاذَااْلجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍوَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.
Artinya:
Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
“Dan mudah-mudahan Allah swt tetap memberi rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad saw dan keluarganya serta para sahabat-sahabatnya. Ya Allah Tuhan kami, Engkau Dzat Yang Abadi yang Dahulu dan Yang Awwal. Dan (kami bersyukur) atas karunia-Mu Yang Agung dan kemurahan-Mu yang bertumpu-tumpu/terus menerus. Dan inilah tahun yang baru sungguh telah datang. (Oleh karena itu) Ya Allah aku mohon kepada-Mu akan penjagaan-Mu selama tahun ini dari godaan syetan dan pembantu-pembantunya, (kekasih-kekasih syetan) serta pasukan-pasukannya, dan aku mohon pertolongan-Mu dari godaaan nafsu amarah yang jahat dan tolonglah aku sibuk dengan sesuatu yang dapat mendekatkan diriku kepada-Mu dan yang Engkau ridhoi Ya Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia. Dan mudah-mudahan Allah swt tetap memberi rahmat dan salam kepada Nabi Muhammad saw dan para keluarganya serta para sahabatnya. Amien.
Amien Ya Rabbal ‘Alamien.
Jumat, 26 Maret 2010
UJIAN PRAKTIK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN 2009/2010
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Kelas : XII-IA/IS
Hari/Tanggal : Senin s.d. Senin, 29 Maret s.d. 5 April 2010
Waktu : 07.00-14.00
PETUNJUK:
Perhatikan dengan seksama soal-soal berikut, kemudian lakukan/jawablah sesuai dengan pertanyaan!
1. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-Mukmin ayat 67, kemudian terjemahkan ke dalam Bahasa indonesia dengan benar !
2. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-Baqarah ayat 30, kemudian carilah hukum bacaan idh-har dan ikhfa’
3. Bacalah dengan tepat Q.S. Adz-Dzariyat ayat 56, kemudian jelaskan isi/kandungan/maksud ayat tersebut!
4. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-An’am ayat 162-163, dan artikan kalimat yang bergaris bawah!
5. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-Bayyinah ayat 5, kemudian carilah hukum bacaan atau ilmu tajwidnya!
6. Bacalah dengan tepat Q.S. Ali Imran ayat 159, dan jelaskan maksud atau kandungan ayat!
7. Bacalah dengan tepat Q.S. Asy-Syuraa ayat 38
8. Bacalah dengan tepat Q.S. An-Nahl ayat 125 kemudian terjemahkan ke dalam Bahasa indonesia dengan benar !
9. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-Baqarah ayat 148
10. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-Mujadalah ayat 11
11. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-Baqarah ayat 177 dan jelaskan maksud atau kandungan ayat!
12. Bacalah dengan tepat Q.S. Ar-Ruum ayat 41-42 kemudian carilah hukum bacaan atau ilmu tajwidnya!
13. Bacalah dengan tepat Q.S. Shaad ayat 27-28 kemudian jelaskan isi/kandungan/maksud ayat tersebut!
14. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-A’raf ayat 56-58
15. Bacalah dengan tepat Q.S. Yunus ayat 40-41 dan jelaskan maksud atau kandungan ayat!
16. Bacalah dengan tepat Q.S. Ar-Ra’d ayat 11
17. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-Jumu’ah ayat 9-10
18. Bacalah dengan tepat Q.S. Alr-Rahmaan ayat 33 kemudian terjemahkan ke dalam Bahasa indonesia dengan benar !
19. Bacalah dengan tepat Q.S. Al-Baqarah ayat 164
20. Bacalah dengan tepat Q.S. Ali Imran ayat 190 dan jelaskan maksud atau kandungan ayat!
21. Cobalah Anda praktikkan tata cara sholat fardlu Subuh
22. Laksanakanlah sholat fardlu dhuhur sesuai dengan kaifiyahnya
23. Prakatikkanlah sholat ashar secara munfarid
24. Coba Anda praktikkan tata cara sholat jenazah
25. Coba Anda praktikkan tata cara sholat gerhana matahari
26. Coba Anda praktikkan tata cara sholat istisqo’ secara berjama’ah
27. Coba Anda lafalkan dzikir dan do’a sesudah sholat fardlu
28. Lafalakanlah do’a sesudah sholat istikharah
29. Lafalakanlah do’a sesudah sholat dhuha
30. Lafalkanlah do’anya Nabi Adam as.
31. Laksanakanlah sholat maghrib apabila menjadi makmum masbuk
32. Coba Anda lafakan do’a minta selamat diri sendiri, kedua orang tua maupun keluarga.
33. Kerjakan sholat maghrib tiga rekaat, dimulai dari ruku’ rekaat pertama dan berakhir pada tahiyat awal.
34. Kerjakan sholat jenazah jika jenazahnya banyak
35. Kerjakan sholat Gerhana bulan dua rekaat dimulai dari membaca surat Al-Qur’an rekaat pertama ruku’ kedua, dan berakhir pada i’tidal pada rekaat kedua ruku’ pertama.
36. Lafalkanlah do’a sesudah sholat dluha
37. Lafalkanlah do’a selamat
38. Lafalkanlah do’anya Nabi Sulaiman as.
39. Kerjakan sholat fardlu (maghrib) ketika dalam keadaan sakit (tidak bisa berdiri dan tidak juga bisa duduk).
40. Lafalkanlah do’a kedua orang tua.
Senin, 01 Februari 2010
VALENTINE DAY
VALENTINE DAY
Menurut pandangan Islam
Benarkah valentine day hanya kasih sayang belaka ?
وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي اْلأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللهِ إِن يَتَّبِعُونَ إِلاَّ الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلاَّ يَخْرُصُونَ
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Q.S. Al-An’am:116)
Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelosok Indonesia. Bahkan menjelang bulan Februari banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya untuk mengekspos (mempromosikan) Valentine. Berbagai tempat hiburan mulai dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi maupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlomba-lomba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisi; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.
SEJARAH VALENTINE:
Sungguh merupakan hal yang ironis (menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelar Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu yaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal-15-Februari.
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang berarti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya (jauh dari arti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine melalui greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment (hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim/ muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan (bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.
PANDANGAN ISLAM
Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontoh begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu. Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng (mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Firman Allah swt dalam surat Ali Imron ayat 85 adalah sebagai berikut:
`tBur Æ÷tGö;tƒ uŽö�xî ÄN»n=ó™M}$# $YYƒÏŠ `n=sù Ÿ@t6ø)ムçm÷YÏB uqèdur ’Îû Íot�ÅzFy$# z`ÏB z`ƒÌ�Å¡»y‚ø9$#.
Artinya:“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu.
HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerena kehidupan kita tidak dapat lepas dari agama Islam sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam masalah 'Valentine Day'.
1.PRINSIP-DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan berdasarkan pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
2.SUMBER-ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu, berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan pada Islam, maka ia akan tertolak.
Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
3.TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
4.OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)
Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.
MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.
Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.
Sebagaimana Firman Allah swt:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya:
"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol.
Kamis, 28 Januari 2010
New Blog !
Puji syukur pada Allah SWT, akhirnya Blog ini siap mengudara. Setelah melalui proses editing yang cukup sederhana, tetapi mengena dengan tema Islamic-nya insyaallah...
Salam..-[ vos©ot ]-